Kumpulan Artikel Kami

Showing posts with label Surabaya City. Show all posts
Showing posts with label Surabaya City. Show all posts

Friday, January 3, 2020

Himbauan Walikota Surabaya Agar Tidak Ada Konvoi Di Malam Tahun 2020

January 03, 2020 2

Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini mengimbau seluruh warga Kota Pahlawan agar tidak menggelar konvoi pada malam Tahun Baru 2020.


Ia mengatakan, malam Tahun Baru lebih baik dilewatkan dengan kegiatan positif seperti berkumpul bersama keluarga atau doa bersama.



Wali Kota juga menginstruksikan seluruh aparat pemerintah mulai dari tingkat kecamatan hingga kelurahan untuk menjaga keamanan dan ketertiban wilayah masing-masing.



Kepala Kepolisian Resor Kota Besar Surabaya Kombes Pol Sandi Nugroho juga berharap warga Surabaya ikut menjaga keamanan dan ketertiban di wilayah masing-masing pada malam perayaan Tahun Baru nanti.

Sunday, December 29, 2019

Perjanuari 2020 E Tilang Berlaku Di Surabaya

December 29, 2019 1
Kamera-kamera yang bisa membantu pembuktian pelanggaran lalu lintas itu sejatinya dipasang secara bertahap sejak 2017. Kemarin langkah maju ditunjukkan lagi dengan penerapan program tilang elektronik di Surabaya. Pemkot menandatangani kerja sama dengan Polda Jatim, Polrestabes Surabaya, Polres Pelabuhan Tanjung Perak, Kejaksaan Negeri Surabaya, Kejaksaan Negeri Tanjung Perak, dan Pengadilan Negeri Surabaya.
Surabaya yang menerapkan prinsip-prinsip kota cerdas alias smart city sudah lama memanfaatkan kamera dalam keseharian. Di tiang-tiang lampu rambu lalu lintas dengan mudah ditemui kamera berbagai ukuran. Mulai yang berbentuk bundar hingga kotak. Hitam dan putih.

Kamera-kamera itu pun selama ini sudah bisa memberikan laporan pelanggaran lalu lintas.

Mulai pelanggaran markah saat lampu lalu lintas menyala merah hingga pelanggaran rambu. Di ruas-ruas jalan arteri seperti frontage road Jalan Ahmad Yani juga terpasang kamera pengukur kecepatan kendaraan. Apabila melaju lebih dari 40 kilometer per jam, kendaraan tersebut langsung tertangkap kamera. Laporan secara periodik juga sudah muncul di Dinas Perhubungan Surabaya.

Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini mengungkapkan, untuk tahap awal, tilang elektronik itu diterapkan di 20 titik. Meskipun, sudah ada ratusan titik dan ribuan kamera yang terpasang di Surabaya.

Kemampuan kamera-kamera lalu lintas itu, antara lain, bisa mendeteksi kendaraan yang melampaui batas kecepatan, pengendara yang tidak menggunakan helm, pengemudi yang tidak menggunakan sabuk keselamatan, penggunaan ponsel saat berkendara, pelanggaran traffic light, hingga kendaraan yang melawan arus. Nomor polisi, jenis kendaraan, hingga wajah pengendara juga bisa dideteksi.

Bahkan, mobil dengan kaca 80 persen bisa tembus. Mobil dengan kecepatan 80 kilometer per jam pun bisa tertangkap dengan jelas. Wajah pengemudi yang tertangkap kamera itu akan dicocokkan dengan data kependudukan. 

Setelah tanda tangan kerja sama tersebut, akan ada persiapan-persiapan awal sebelum uji coba. Risma optimistis sistem tersebut bisa diterapkan pada Januari atau bulan depan.

Surat konfirmasi akan dikirim ke alamat itu. Orang tersebut bisa melakukan konfirmasi ke polres terdekat. Bisa pula ke mal pelayanan publik seperti di Gedung Siola. Kalau memang menerima kesalahan, bisa langsung membayar di BRI. Kalau memang keberatan, bisa sidang.

Wednesday, December 11, 2019

Penjual Sabun Keliling di Surabaya Jadi Orang Terkaya Indonesia Tertua, Hartanya Capai Rp 11 Triliun

December 11, 2019 1
Seorang yang dulunya sebagai penjual sabun keliling di Surabaya kini menjadi Orang Terkaya Indonesia tertua. Dia adalah Harjo Sutanto.

Di usianya yang ke 93 tahun, pemilik Wings Group ini masuk dalam daftar 50 Orang Terkaya Indonesia versi Forbes.

Kekayaan Harjo Sutanto saat ini mencapai Rp 11,3 triliun atau 810 juta dollar AS. Pundi-pundi harta Harjo Sutanto itu awalnya didapatkan dari penjualan sabun colek. 

Seperti dikutip Kompas.com (jaringan SURYA.co.id) pada Senin (9/12/2019), Harjo Sutanto berada di urutan ke-39 Orang Terkaya Indonesia.

Sabun colek dijual keliling di Kota Surabaya
Sumber pundi-pundi kekayaannya bermula dari usaha sabun colek.

Bersama rekannya Johannes Ferdinand Katuari, Harjo Sutanto mengawali kiprah bisnisnya sebagai sales sabun keliling pada 60 tahun yang lalu.

Dia menjual dagangannya dari rumah ke rumah di Jawa Timur.

Mengutip situs resmi Wings Group, saat baru berdiri tahun 1949, Wings Group awalnya bernama Fa Wings.

Perusahaan ini memproduksi sabun colek secara rumahan.

Distribusinya pun masih terbatas.

Dipasarkan dari rumah ke rumah, dan dari kampung ke kampung di Surabaya.

Tak disangka, karena merupakan produk kebutuhan dasar, sabun colek mereka laku keras di Jawa Timur.

Saat itu, sabun colek merupakan produk baru yang tak ditemui di daerah lain.

Dengan cepat, sabun colek mampu bersaing dengan sabun deterjen atau bubuk yang sudah lebih dulu mendominasi pasar.

Harga sabun colek juga lebih murah lantaran biaya produksinya yang lebih rendah.

Melalui promosi yang gencar, kepraktisan dan harga terjangkau, membuatnya cepat populer dalam beberapa tahun di Indonesia.

Saat ini, Wings Group, menjadi salah satu perusahaan pembuat sabun terbesar di Indonesia.

Tak hanya sabun, perusahaannya kini merambah ke berbagai sektor usaha lain seperti deterjen, pembersih toilet, pembalut, shampo, pasta gigi, dan berbagai kebutuhan rumah tangga lainnya.

Makanan dan minuman
Wings Group juga aktif berekspansi ke bisnis makanan dan minuman (food and beverage) dengan memproduksi mie instan, saus, minuman bubuk, dan kopi.

Wings Group sendiri menjadi salah satu perusahaan yang memiliki jalur distribusi yang sangat kuat.

Produknya hampir sangat mudah ditemui di hampir seluruh toko di Indonesia.

Sejumlah merk produknya juga relatif sudah sangat familiar di Indonesia.

Merambah bisnis minimarket
Selain memproduksi kebutuhan rumah tangga, Wings Group juga merambah bisnis minimarket.

Lewat anak usahanya, PT Fajar Mitra Indah, perusahaan mengoperasikan jaringan toko Family Mart.

Selain Harjo Sutanto, daftar orang terkaya lainnya yang berusia di atas 90 tahun yakni Lim Hariyanto Wijaya Sarwono, pemilik Bumitama Agri, perusahaan yang bergerak di bidang kelapa sawit.

Lim Hariyanto Wijaya Sarwono menempati posisi ke-35 dengan kekayaan sebesar 960 miliar dollar AS.

Usianya dua tahun lebih mudah dibandingkan Harjo Sutanto.

Forbes baru-baru ini telah merilis daftar orang terkaya di Indonesia tahun 2019. Budi Hartono dan Michael Hartono masih jadi langganan di posisi paling atas orang terkaya di Indonesia.

Kekayaan dua bersaudara ini mencapai 37 miliar dollar AS atau sekitar Rp 522,2 triliun (kurs Rp 14.000).

Sementara itu, jika digabung keseluruhan kekayaan dari 50 orang terkaya di Indonesia, total hartanya mencapai 134,6 miliar dollar AS atau sekitar Rp 1.884 triliun.
☆☆☆☆☆

Friday, September 6, 2019

Cross Culture Festival alias Festival Seni Lintas Budaya 2019

September 06, 2019 0
Pemerintah Kota Surabaya menjamin ada kesetaraan dan membuka peluang sama bagi warga asli serta pendatang yang ingin berhasil di Kota Pahlawan ini.

Kepala Bagian Humas Pemerintah Kota Surabaya, M. Fikser di Surabaya, Kamis (5/9/2019), dilansir Antara mengatakan:
Peluang untuk sama-sama belajar dan berkembang di sini sangat terbuka lebar. Pemkot telah memfasilitasi semua yang punya keinginan untuk maju dan hidup lebih baik. Melalui berbagai pelatihan yang disediakan.

Menurut pejabat asal Serui, Papua ini, selain menyandang predikat sebagai Kota Pahlawan yang sarat nuansa historis, Surabaya juga dikenal sebagai kota multi-kultural. Beragam etnis hidup berdampingan dengan harmoni.

Keragaman itulah yang membentuk karakter Surabaya sebagai kota yang tolerans dan menjadikan wilayah ini sebagai rumah bersama, rumah untuk semua. Sejak era kerajaan, lanjut dia, masa kolonial hingga pasca kemerdekaan, Surabaya selalu memegang peranan sebagai kota pelabuhan.

Tak heran banyak pendatang dari daerah atau negara lain yang singgah, bahkan kemudian menetap.
Dejak zaman dahulu hingga sekarang, warga Surabaya memang sudah terbiasa dengan keberagaman penduduk.

Fikser mengatakan, di Surabaya, segala macam etnis, suku atau ras bisa dijumpai, mulai dari suku Jawa, Batak, Karo, Papua, Madura, Dayak, Bugis, dan seterusnya. Juga ada komunitas masyarakat Tionghoa, Arab, India, hingga Korea.

Setiap tahun, mereka selalu diberikan ruang untuk ikut menyemarakan agenda Parade Surabaya Vaganza dalam rangka Hari Jadi Kota Surabaya.

Sebab, Pemkot Surabaya menyadari keberagaman merupakan fondasi yang kuat bagi kota ini untuk terus bergerak maju.

Bahkan, kata dia, Pemkot Surabaya acapkali memberikan kesempatan berbagai budaya untuk tampil di kegiatan besar. Sebut saja Cross Culture Festival alias Festival Seni Lintas Budaya yang digelar setiap tahun. Acara tersebut merupakan ajang memperkenalkan tampilan budaya dari dalam dan luar negeri.

Agenda welcome dinner juga menjadi ajang unjuk budaya. Dalam beberapa kesempatan, pemkot menampilkan ragam tarian khas Surabaya hingga tarian asal Papua. Ini merupakan bukti bahwa Surabaya menghargai keberagaman dan kesetaraan.
ujar Fikser.

Selain itu, Surabaya juga terbuka di bidang ekonomi dan peningkatan kualitas sumber daya manusia. Tercatat beberapa kali Surabaya kedatangan rombongan tamu dari Papua. Tujuannya, untuk mengikuti ragam pelatihan yang disediakan pemkot, di antaranya pelatihan kuliner, sepatu, kerajinan tangan, dan sebagainya.


Ada pula Co-Working Space KORIDOR yang selalu terbuka bagi siapa saja. Para pemuda Papua juga pernah menimba ilmu cara berbisnis dengan memanfaatkan media sosial di tempat ini.

Ketua Ikatan Keluarga Besar Papua Surabaya (IKBPS) Peter Frans Rumaseb mengatakan Surabaya adalah tempat yang nyaman ditinggali oleh siapa pun, baik warga asli maupun pendatang.

Itu sangat terlihat sekali dalam kehidupan sehari-hari. Kota ini memberikan peluang yang sama bagi semua orang yang punya tekad untuk sukses.
ujar dia. 

Hal sama juga dikatakan Ketua Komunitas Tionghoa Surabaya, Chandra Wurianto Woo. Ia mengatakan semua warga yang tinggal di Surabaya saling menghormati.

Kita buktikan di acara-acara seperti Hari Jadi Kota Surabaya (HJKS) kita bersatu terus, semoga kerukunan ini bisa jalan terus sampai akhir.
tutur dia.

Anggota Perkumpulan Suku Karo di Surabaya, Murphin Josua Sembiring mengatakan Kota Surabaya sudah menjadi tempat berkumpulnya seluruh marga Suku Karo yang tinggal di beberapa kabupaten/kota di sekitar Surabaya.

Kami merasa nyaman di sini sehingga rutin setiap beberapa bulan kami mengadakan pertemuan untuk mengenang desa kami.
ujar dia.

Anggota Komunitas Arab di Ampel, Surabaya, Abdullah Muhammad Al Batati mengatakan di kawasan Ampel terdapat tiga komunitas besar, yakni Arab, Jawa dan Madura. Selama ini, belum pernah ada benturan antar komunal dari berbagai suku bangsa yang berbeda itu.

Walaupun berbeda suku bangsa dan agama, tapi semua saling menghormati satu sama lain.
katanya.

Ketua Umum Kerukunan Keluarga Kawanua Surabaya, Noufry Rondonuwu, mengatakan toleransi yang ada di Surabaya sangat tinggi. 

Sebagaimana kami di Minahasa, Sulawesi Utara. Persaudaraan yang kami bangun tidak melihat budaya, suku atau agama dari setiap orang.
ujar dia.

Saturday, August 31, 2019

Pembanguanan Alun-Alun Suroboyo, Jl. Yos Sudarso Tutu 6 Bulan dan jalur arternatif menghindarinya

August 31, 2019 0
MOHON SABAR JALAN YOS SUDARSO TUTUP TOTAL PALING SUWE 6 WULAN!
Sekedar ngelingno maneh lek mulai 31 Agustus jam 24:00 wib utowo 1 September Pukul 00:00 wib Jl. Yos Sudarso bakal ditutup total gawe pembangunan basement kawasan Balai Pemuda gawe nerusno proyek "ALUN ALUN SUROBOYO". 

Penutupan iki diperkirakno 4-6 wulan. 

Gawe ngakali lalu lintas nang kono, bakal ono alternatif dalan seng iso mbok liwati. 




Langsung ae geser foto-foto nang ndukur gawe ndelok petane!

Seng sering ditakokno: 
Lek apene nang sekitar zangrandi, Pusura, DPRD Kota Suroboyo, Balai pemuda sisi kulon ono 2 alternatif seng dibuka khusus, yoiku: 
  • Teko jalan pemuda njupuk dalan arah WTC sampek jembatan belok kiri nang jalan ketabang kali, terus belok kiri maneh tembus jalan yos sudarso sisi lor (utara) 
  • Teko balai kota iso langsung belok kanan nang jalan Yos sudarso sisi lor (utara) 
Lek apene mlebu balai pemuda sisi kidul (selatan)
  • Gak kenek penutupan dalan.
Lek apene nang Grand city gausah liwat Grahadi maneh?
  • Cukup golek dalan arah nang Balai kota Suroboyo utowo golek arah jalan kusuma bangsa.
Lek apene nang Surabaya Plaza (Delta Plaza) dalan alternatife teko sekitar Grahadi iso liwat jalan embong tanjung?
  • Bakal digawekno prapatan anyar sekitar monumen bambu runcing seng nyambungno jalan embong wungu - jalan embong tanjung.
Tag koncomu seng butuh info iki!!
☆☆☆☆☆

Thursday, August 15, 2019

Berikut nama-nama caleg terpilih DPRD Kota Surabaya periode 2019-2024

August 15, 2019 0
KPU akhirnya menetapkan 50 anggota DPRD terpilih dari 5 daerah pemilihan (Dapil) di Surabaya. Penetapan ini puncak prosesi tahapan dalam pemilu 2019.

Komisioner Divisi Hukum dan Pengawasan KPU Surabaya Soeprayitno kepada detik.com, Rabu (14/8/2019), mengatakan:
Penetapan perolehan kursi caleg DPRD Kota Surabaya ini merupakan puncak setelah prosesi kurang lebih 20 bulan, mulai tahapan kampanye, pemungutan suara, hitung hingga rekap bahkan sampai hitung suara ulang.

Tentunya ini sudah ditunggu lama khususnya teman-teman caleg yang terpilih.

Meski sudan menetapkan anggota DPRD periode 2019-2024, KPU Surabaya masih tetap akan berkoordinasi dengan beberapa pihak untuk pelantikan yang rencananya akan digelar tanggal 24 Agustus.

Untuk pelantikan tanggal 24 Agustus. Untuk itu kita tetap koordinasi dengan yang pertama Bakesbang Linmas Kota Surabaya sendiri dengan gubernur Provinsi Jatim maupun dengan sekretariat DPRD Kota Surabaya.

Berikut nama-nama caleg terpilih DPRD Kota Surabaya beserta jumlah suara di lima Dapil di Surabaya yang telah diumumkan dalam rapat pleno KPU Surabaya.
Dapil Surabaya I
(Krembangan, Bubutan, Genteng, Tegalsari, Simokerto, dan Gubeng)
  1. Budi Leksono (PDIP) 16.731 suara
  2. Tri Didik Adiono (PDIP) 11.824 suara
  3. Mahfudz (PKB) 6.102 suara
  4. Ajeng Wira Wati (Gerindra) 3.899 suara
  5. Fatkur Rohman (PKS) 7.339 suara
  6. Imam Syafii (Nasdem) 7.658 suara
  7. Pertiwi Ayu (Golkar) 6.285 suara
  8. Norma Yunita (PDIP) 7.024 suara
  9. Alfian Limardi (PSI) 2.965 suara
  10. Hamka Mudjiadi (PAN) 5.021 suara
Dapil Surabaya II
(Tambaksari, Semampir, Kenjeran, Pabean Cantikan)
  1. Baktiono (PDIP) 22.164 suara
  2. Camelia Habiba (PKB) 10.030 suara
  3. Luthfiyah (Gerindra) 5.937 suara
  4. Khusnul Khotimah (PDIP) 8.056 suara
  5. Buchori Imam (PPP) 10.832 suara
  6. Saiful Bahri (Nasdem) 8.205 suara
  7. Lembah Setyowati (Golkar) 5.429 suara
  8. Akhmad Suyanto (PKS) 4.845 suara
  9. Elok Cahyani (Demokrat) 3.081 suara
  10. Juliana Evawati (PAN) 4.495 suara
  11. Asrhi Yuanita Haqie (PDIP) 6.622 suara
Dapil Surabaya III
(Bulak, Mulyorejo, Sukolilo, Rungkut, Tenggilis Mejoyo, Wonocolo, Gunung Anyar)
  1. Dominikus Adi Sutarwijono (PDIP) 17.431 suara
  2. Laila Mufidah (PKB) 11.052 suara
  3. William Wirakusuma (PSI) 5.142 suara
  4. Arif Fathoni (Golkar) 8.291 suara
  5. Anas Karno (PDIP) 5.386 suara
  6. Anung Rahmawati (PKS) 5.793 suara
  7. Herliana Harsono Njoto (Demokrat) 7.535 suara
  8. A Hermas Thony (Gerindra) 5.415 suara
  9. Abdul Ghoni Mukhlis (PDIP) 4537 suara
Dapil Surabaya IV
(Sukomanunggal, Sawahan, Gayungan, Jambangan, Wonokromo)
  1. Sukadar (PDIP) 13.457 suara
  2. Riswanto (PDIP) 7.894 suara
  3. Bahtiyar Rifai (Gerindra) 4.331 suara
  4. Reni Astuti (PKS) 6.991 suara
  5. Badru Tamam (PKB) 4.305 suara
  6. Agoeng Prasodjo (Golkar) 4.714 suara
  7. Ratih Retnowati (Demokrat) 5.767 suara
  8. Dyah Katarina (PDIP) 7.566 suara
  9. Ghofar Ismail (PAN) 5.876 suara
  10. Tjutjuk Supariono/ Khendy Ferary (PSI) sama mendapatkan 2502 suara
Dapil Surabaya V
(Asemrowo, Tandes, Pakal, Benowo, Sambikerep, Lakarsantri, Karangpilang, Wiyung, Dukuh Pakis)
  1. Syaifuddin Zuhri (PDIP) 18.956 suara
  2. Mochamad Machmud (Demokrat) 19.327 suara
  3. Minun Latif (PKB) 7.922 suara
  4. Siti Maryam (PDIP) 8.655 suara
  5. Endy Suhadi (Gerindra) 6.407 suara
  6. Akmarawita Kadir (Golkar) 7.123 suara
  7. Ibnu Shobir (PKS) 5.529 suara
  8. Hari Santoso (Nasdem) 6.273 suara
  9. Josiah Michael (PSI) 3.883 suara
  10. John Thamrun (PDIP) 4.815 suara

Monday, July 1, 2019

Eko Darmoko (Potrait Dolly): Drawing and Discussion (Mix Media)

July 01, 2019 0
Dolly sebagai nama sosok dan nama tempat, kiranya sudah tidak asing di telinga warga Surabaya atau warga Indonesia pada umumnya. Bermula dari Dolly inilah, Paranoise menggelar acara Sirkel Class bertajuk Potrait Dolly yang isinya mengulas sekaligus mengenang tentang Dolly.
Tak hanya itu, acara yang digelar di Visma Gallery, Jl Tegalsari Surabaya pada Sabtu (29/6/2019) malam ini, juga diisi dengan materi seni rupa dengan hasil akhir adalah para peserta menciptakan karya visual tentang Dolly dalam bentuk gambar sketsa.

Acara ini menghadirkan narasumber, yakni Eko Darmoko selaku penulis cerpen Dolly yang tersiar dalam buku kumpulan cerpen Ladang Pembanatain, Ilham Aji selaku perajin seni rupa yang menyampaikan materi ikhwal Sketch Potrait Dolly Illustration, juga ada Brian sebagai moderator.
Suasana acara Paranoise Sirkel Class Potrait Dolly di Visma Gallery Surabaya, Sabtu (29/6/2019). (Paranoise for SURYA.co.id)

Puluhan peserta yang datang ke acaranya berasal dari beragam kalangan. Ada yang memang dari kalangan pegiat seni rupa, penikmat karya sastra, pemerhati sejarah kota, komunitas musik, dll. Acara berjalan hangat penuh kekeluargaan, meskipun angin berembus lumayan kencang dan lumayan dingin di luar ruangan.

Poin utama dari acara ini adalah semacam merawat ingatan tentang Dolly, sekaligus mengenangnya, tapi bukan untuk memugar Lokalisasi Dolly. Biarlah Dolly menjadi masa lalu Kota Surabaya. Jadikan masa lalu sebagai pelajaran agar bisa menjadi baik di masa sekarang dan masa depan.
kata Eko Darmoko, Sabtu (29/6/2019).

Sekadar diketahui, cerpen Dolly karya sastraciptaan Eko Darmoko menceritakan tentang detektif dadakan yang disewa peneliti asal Amerika Serikat untuk menelusuri riwayat manusia bernama Dolly.

Cerpen ini menitik-beratkan pada sosok Dollysebagai manusia yang utuh. Bukan tentang eksistensi lokalisasinya, walaupun hal itu (lokalisasi) disinggung dalam cerpen.
urai Eko Darmoko.

Sementara itu, Ilham Aji yang kondang dengan nama Hola Jambul memaparkan tentang penciptaan sketsa Dolly kepada para peserta. Seperti disinggung di atas, hasil akhir acara ini adalah peserta membuat visual tentang Dolly berdasarkan riwayat yang terdapat dalam cerpen Dolly karya Eko Darmoko.

Peserta bebas menuangkan imajinasinya tentang Dolly, entah itu sebagai sosok atau nama tempat. 
Imajinasi tidak dibatasi oleh dimensi waktu. 
Jadi, peserta bisa memvisualkan Dolly dalam konteks masa kini. 
Misalnya, menggambarkan Dolly sebagai tempat bekas lokalisasi yang di dalamnya terdapat kedai kopi atau semacamnya, pokonya hal yang positif lainnya.
ujar Ilham Aji.

Penggagas acara, Ian Darmawan, menyebutkan bahwa dari acara ini tercipta puluhan sketsa yang dibikin para peserta tentang Dolly. Karya sketsa pun beragam jenisnya, mulai dari yang hanya menyuguhkan potret hitam putih hingga berwarna yang menyiratkan tentang imajinasi masing-masing perupa.

Karya-karya sketsa ini nanti akan disusun rapi dalam sebuah katalog sebagai bahan dokumentasi tentang eksistensi Dolly hasil imajinasi para peserta.
tandas Ian yang juga dikenal sebagai pemerhati musik indie di Surabaya ini.

Sekadar diketahui, Sirkel Class Potrait Dolly” yang digelar Paranoise ini merupakan acara kedua. Sebelumnya, Paranoise sudah menggelar acara serupa yang bertajuk Drawing and Discussion (Mix Media), beberapa waktu yang lalu.
☆☆☆☆☆

Sunday, June 30, 2019

Pesan Presiden Jokowi saat Jenguk Wali Kota Surabaya di RS

June 30, 2019 0
Presiden Joko 'Jokowi' Widodo bersama Ibu Negara Iriana Joko Widodo membesuk Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini yang kini tengah dirawat di RSUD dr. Soetomo, Kota Surabaya, Jawa Timur, Sabtu (29/6) malam.

Keduanya membesuk usai menghadiri pernikahan putri Gubenur Jatim Khofifah Indar Parawansa di Surabaya.
Kedatangan Jokowi disambut Dirut RSUD Soetomo dan keluarga Risma
IDN Times/Fitria Madia
Kepala Bagian Hubungan Masyarakat Pemerintah Kota Surabaya M. Fikser membenarkan perihal kedatangan Jokowi tersebut.

Iya tadi Pak Jokowi bersama istri dan Pak Luhut (Menteri Koordinator Kemaritiman Luhut B. Pandjaitan) mengunjungi bu Risma di rumah sakit.
kata Fikser.

Menurut dia, kedatangan Jokowi bersama rombongan disambut oleh Dirut RSUD Soetomo Dr. Joni Wahyuhadi, dr, Sp.BS (K) dan Sekretaris Kota (Sekkota) Surabaya Hendro Gunawan. Sedangkan dari pihak keluarga yang menyambut Djoko Saptoadji (suami Risma), Fuad Bernardi (putra sulung Risma) dan pihak keluarga lainnya.

Jokowi besuk Risma selama lima menit
Dok IDN Times/Istimewa

Fikser mengatakan, kedatangan Jokowi bersama rombongan cuma sebentar atau sekitar lima menit. Hal itu karena semua yang datang tidak ingin mengganggu lebih lama jadwal istirahat Wali Kota Risma.

Meski demikian, lanjut dia, Jokowi tetap bisa ngobrol dengan Risma meski hanya sebentar. Hanya saja, Fikser tidak tahu persis apa yang dibicarakannya karena tidak semua bisa masuk ke ruang ICU Gedung Bedah Pusat Terpadu (GBPT) RSUD dr. Soetomo.

Yang jelas Pak Jokowi memberikan dukungan doa dan moril kepada Bu Risma. Pak Jokowi minta ibu istirahat.
katanya.

Jokowi berpesan agar Risma banyak istirahat
IDN Times/Ardiansyah Fajar
Putra sulung Risma, Fuad Bernardi mengatakan Jokowi berpesan kepada Risma agar banyak istirahat dan tidak mikir terlalu banyak karena warga Surabaya sudah menunggu.

Ibu mengucapkan terima kasih ke semua tamu.
katanya.

Setelah menjenguk Risma, Jokowi bersama rombongan melambaikan tangan pada masyarakat yang sudah lama menunggu kedatangan Presiden RI ini di Jalan Raya Dharmawangsa Surabaya atau depan gedung GBPT RSUD Soetomo.

Kapolri dan Panglima TNI juga besuk Risma
IDN Times/Ardiansyah Fajar
Sebelum Jokowi menjenguk, Kapolri Jenderal Tito Karnavian dan Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto lebih dulu datang mengecek kondisi Risma. Keduanya datang bersamaan ke RSUD dr. Soetomo.

Sejumlah pejabat negara lainnya juga sempat menjenguk Risma di antaranya:
  • Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo, 
  • Menteri Perikanan dan Kelautan Susi Pudjiastuti, 
  • Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara, 
  • Sahabat Risma mantan Bupati Badung Bali AA Gede Agung dan 
  • Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso.

Meski cuma datang 5 menit, Jokowi sempat menitipkan pesan
Dok. Biro Setpres RI

Tuesday, June 11, 2019

PPDB SMP 2019 di Surabaya gunakan 2 sistem, siswa yang tak lolos seleksi kawasan bisa daftar sistem zonasi.

June 11, 2019 0
Penerimaan Peserta Didik Baru atau PPDB SMP Negeri di Surabaya tahun 2019 bakal menggunakan dua sistem.

Sistem PPDB online 2019 di Surabaya yakni berdasarkan sekolah kawasan dan sistem zonasi.

Siswa di Surabaya yang tidak lolos sekolah kawasan, boleh daftar sistem zonasi PPDB 2019.

Sistem zonasi diyakini tidak akan memengaruhi sekolah kawasan, karena sekolah kawasan akan menjadi menjadi sekolah khusus.

Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) No 51 Tahun 2018, menegaskan bahwa dalam sistem PPDB baru, hanya mengenal zonasi yang mendasarkan jarak rumah dan sekolah calon peserta didik.

Di Surabaya pola zonasi itu sudah dipakai selama ini dan bisa dikatakan sudah siapkan pemerataan di wilayah, pembangunan di sekolah-sekolah, pelatihan dan juga mutasi guru dalam rangka pemerataan guru dan kualitas sekolah. Dan sekolah kawasan kini bisa menjadi sekolah khusus, yang berarti tidak terkena imbas zonasi.

Hal ini tetap mengacu pada Permendikbud No 51, surat edaran dan dengan melakukan proses reguler maupun khusus, dan itu diakomodir Permendikbud. Jadi rohnya sama yang dilakukan Pemkot dan pusat untuk pemerataan dan pendekatan.

Sekolah kawasan yang dimaksud adalah:
  1. SMP Negeri 1 Surabaya, 
  2. SMP Negeri 2 Surabaya, 
  3. SMP Negeri 3 Surabaya,
  4. SMP Negeri 4 Surabaya, 
  5. SMP Negeri 5 Surabaya, 
  6. SMP Negeri 6 Surabaya, 
  7. SMP Negeri 12 Surabaya,
  8. SMP Negeri 15 Surabaya,
  9. SMP Negeri 19 Surabaya, 
  10. SMP Negeri 22 Surabaya, dan 
  11. SMP Negeri 35 Surabaya.
Dengan memperjuangkan ke-11 sekolah kawasan tersebut agar bisa tidak terpengaruh zonasi.
Maka, para siswa yang ingin masuk ke-11 sekolah kawasan, bisa mendaftar berdasarkan nilai yang mengacu pada passing grade serta nilai minimal tiap mata pelajaran, serta Tes Potensi Akademik (TPA).

Pendaftaran ke-11 sekolah kawasan ini berbeda dengan zonasi.

Proses pendaftaran di sekolah kawasan akan dilakukan lebih dulu. Bila tidak lolos, siswa bisa mendaftar di sekolah-sekolah zonasi.

Tes kawasan sudah disiapkan dulu. Nanti prosesnya pertama untuk yang inklusi, lalu mitra warga. Kalau sudah selesai semua, baru untuk anak-anak yang mau masuk sekolah kawasan. Tahap berikutnya, zonasi. Jadi kesempatan bagi anak-anak yang mau masuk kawasan lalu zonasi tetap ada.

Itu karena sekolah kawasan merupakan rintisan Kota Surabaya untuk percepatan, sekaligus acuan standar kualitas masing-masing wilayah, baik sekolah negeri maupun swasta. Jadi ini tetap sejalan dengan yang diinginkan pusat.
☆☆☆☆☆
Sambutan Walikota Surabaya
Assalamu’alaikum Wr. Wb.
Pemerintah Kota Surabaya senantiasa berkomitmen mewujudkan sumber daya manusia yang berkualitas diantaranya melalui penyelenggaraan pendidikan, oleh karena itu penyelenggaraan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Tahun Pelajaran 2019/2020 ini kembali dilaksanakan secara online dalam kerangka besar sistem e-government Pemerintah Kota. Hal tersebut dimaksudkan agar penyelenggaraan PPDB dapat obyektif, transparan, akuntabel dan tidak diskriminatif.

Agar penyelenggaraan PPDB dapat berjalan dengan baik sesuai dengan prosedur dan ketentuan yang ada, Dinas Pendidikan Kota Surabaya menerbitkan Petunjuk Teknis PPDB Tahun Pelajaran 2019/2020 yang berisi informasi dan pengaturan teknis mengenai penyelenggaraan PPDB Tahun Pelajaran 2019/2020 di Kota Surabaya untuk jenjang SD Negeri dan SMP Negeri.

Petunjuk Teknis ini diharapkan dapat memberikan informasi yang komprehensif, mudah dipahami dan menjadi pedoman bagi semua pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan PPDB kali ini. Semoga penyelenggaraan PPDB oleh Pemerintah Kota Surabaya ini berjalan dengan lancar dan sukses. Semoga Allah SWT selalu meridhoi niat luhur kita semua dalam mewujudkan sumber daya manusia Kota Surabaya yang berkualitas.

Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

Surabaya, Mei 2019
Walikota Surabaya

Tri Rismaharini




Tuesday, June 4, 2019

Surabaya City of Works: Tahun ini (2019) 68,6 persen warga Surabaya mudik ke kampung halaman.

June 04, 2019 0
Lebaran adalah nama lain dari Hari Raya umat Islam, baik hari raya Idul Fitri maupun hari Raya Idul Adha yang dirayakan setiap tahun atau setiap bulan Syawal setelah sebulan umat Muslim melaksanakan puasa di bulan Ramadan.

Lebaran Idul Fitri atau biasa disebut "Lebaran Mudik" saja dilaksanakan ketika hari raya Idul Fitri tiba, orang-orang Islam umumnya saling bersalam-salaman dan bermaaf-maafan dengan tetangganya, juga keluarganya setelah menunaikan Salat Ied.

Tradisimudik ini berdampak menjadikan Kota Surabaya menjadi sepi, jalan-jalanpun terlihat lengah hampir tidak ada aktifitas lalulintas kendaraan.

Kota Surabaya yang biasa dipenuhi kemacetam seakan-akan kini memjadi kota tak bertuan menjelang lebaran tahun 2019.
Survei Departemen Statistika Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya menunjukkan bahwa 68,6 persen warga Surabaya mudik ke kampung halaman. Karena itu, suasana kota begitu lengang saat Lebaran.

Dosen Fakultas Ilmu Budaya Universitas Airlangga Adrian Perkasa langsung teringat tulisan Howard Dick. Yakni, Surabaya City of Works

Sejak awal 1900-an Surabaya menjadi salah satu kota industri dan perdagangan terbesar di Indonesia.

Jadi, orang-orang dari Kediri, Pasuruan, Lamongan, dan Tuban datang ke Surabaya untuk bekerja. Bahkan, Tjokroaminito pun bukan orang Surabaya.

Raden Hadji Oemar Said Tjokroaminoto berasal dari Ponorogo. 

Pendiri Sarekat Islam itu tinggal di kawasan Peneleh. 

Rumahnya masih ada hingga kini dan menjadi salah satu destinasi wisata sejarah Surabaya.

Mereka yang datang dari luar kota menetap selama lebih dari satu abad. 

Namun, keturunannya tetap terhubung dengan kampung halaman. 

Karena itu, saat mudik, yang tersisa di Surabaya hanya sepertiga penduduk.

Mereka yang tidak mudik memang tidak memiliki kampung halaman. 

Secara turun-temurun dari kakek, buyut, hingga tingkatan yang lebih tinggi memang sudah menetap di Surabaya. 

Mereka tinggal di kawasan Surabaya lawas.

Namun, ada juga warga asli Surabaya yang ikut mudik ke kampung halaman istri atau suami. 

Kondisi tersebut menambah jumlah persentase warga yang mudik selama Lebaran.

Adrian menambahkan, pertambahan penduduk Surabaya sejak sekitar 1980 hingga kini tidak melonjak drastis. 

Angkanya stabil di kisaran 3 juta jiwa. 

Banyak yang bekerja di Surabaya, tetapi tinggal di Sidoarjo atau Gresik. 

Makanya, ketika siang populasi Surabaya bisa menembus 7 juta jiwa. 

Begitu jam pulang kerja, jumlahnya menurun separo. 
Jadi 3 juta seperti semula,
jelas dosen ilmu sejarah tersebut.

Tradisi Lebaran Warga Surabaya
Di mana responden menghabiskan waktu saat Lebaran? 
  • Mudik ke kampung halaman: 68,6 persen
  • Rumah: 29,3 persen
  • Tempat rekreasi: 1,4 persen
  • Lainnya: 0,7 persen
Yang sudah disiapkan menjelang Lebaran
  • Kue: 42 persen
  • Uang baru: 26 persen
  • Pakaian baru: 24 persen
  • Keperluan mudik: 4 persen
  • Lainnya: 4 persen
Kebiasaan tradisi Lebaran 
  • Makanan khas: 90 persen masih dilakukan
  • Berziarah sebelum hari raya: 92 persen masih dilakukan
  • Unjung-unjung: 99 persen masih dilakukan
  • Bagi-bagi uang baru: 94 persen masih dilakukan
☆☆☆☆☆

Surabaya The City of Your Choice in Guangzhou International Award 2018

June 04, 2019 0
Surabaya memiliki luas sekitar 350,54 km² dengan penduduknya berjumlah 2.917.688 jiwa (2018). 
Daerah metropolitan Surabaya yaitu Gerbangkertosusila yang berpenduduk sekitar 10 juta jiwa, adalah kawasan metropolitan terbesar kedua di Indonesia setelah Jabodetabek. 

Surabaya dilayani oleh sebuah bandar udara, yakni Bandar Udara Internasional Juanda, serta dua pelabuhan, yakni Pelabuhan Tanjung Perak dan Pelabuhan Ujung.

Surabaya terkenal dengan sebutan Kota Pahlawan karena sejarahnya yang sangat diperhitungkan dalam perjuangan Arek-Arek Suroboyo (Pemuda-pemuda Surabaya) dalam mempertahankan kemerdekaan bangsa Indonesia dari serangan penjajah. 

Surabaya juga sempat menjadi kota terbesar di Hindia Belanda dan menjadi pusat niaga di Nusantara yang sejajar dengan Hong Kongdan Shanghai pada masanya.

Menurut Bappenas, Surabaya adalah salah satu dari empat pusat pertumbuhan utama di Indonesia, bersama dengan Medan, Jakarta, dan Makassar.
Dikutib dari Okezone.com Kini kota Surabaya terpilih sebagai kota terpopuler secara online di ajang Guangzhou International Award 2018

Kemenangan Kota Pahlawan di kategori City of Your Choice.

Hasil akhir penghitungan voting secara online, Surabaya menempati ranking 1 dengan 1.504.535 suara. 

Sementara itu, untuk ranking 2 diraih Kota Yiwu, China dengan perolehan 1.487.512 suara. 

Sedangkan tempat ketiga diraih Kota Santa Fe, Argentina yang mengumpulkan 863.151 suara.

Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini atau biasa disapa Risma tak henti-henti mengucapkan rasa syukur atas kemenangan dan terpilihnya Kota Surabaya sebagai kota terindah di dunia.
Tulisan di akun Instagram pribadinya @trirismaharini, Risma merasa bangga dan mengumumkan kemenangan itu di jagat maya. 
Alhamdulillah, Kota Surabaya resmi memenangkan penghargaan kota terpopuler secara online dalam ajang The Guangzhou International Award 2018.

Risma menyebut, kemenangan ini berkat dukungan penuh warga Surabaya dan masyarakat Indonesia, yang tidak berhenti memberikan voting secara online di ajang Guangzhou International Award 2018

Lebih-lebih, Surabaya adalah satu-satunya wakil Indonesia yang mengikuti ajang bergengsi dan dihelat setiap dua tahun sekali itu.

Terima kasih dukungan yang luar biasa dari warga Surabaya khususnya dan masyarakat Indonesia.


Sunday, May 12, 2019

Kapal Perang China Sanggar di Dermaga Jamrud, Tanjung Perak Surabaya

May 12, 2019 0
Kapal Perang China Sanggar di Dermaga Jamrud, Tanjung Perak Surabaya
Prajurit Yonmarhanlan V Surabaya Amankan Kapal Perang China Hai Yang 26. Foto/tni.mil.id

Definisi Kapal Perang
Kapal perang adalah kapal yang digunakan untuk kepentingan militer atau angkatan bersenjata. 

Umumnya terbagi atas kapal induk, kapal kombatan, kapal patroli, kapal angkut, kapal selam dan kapal pendukung yang digunakan angkatan laut seperti kapal tanker dan kapal tender. 

Di beberapa negara yang memiliki lautan yang membeku pada musim tertentu seperti Rusia dan Finlandia misalnya, kapal pemecah es juga digunakan.

Fungsi Kapal Perang
Kehadiran kapal perang dimulai ketika banyak kerajaan atau pemerintahan membutuhkan atau merasa perlu menegaskan posisinya di perairan sekaligus memberikan jaminan keamanan di perairan untuk melindungi negaranya dan aktivitasnya seperti nelayan dan perdagangan. Banyak gangguan keamanan di perairan yang harus dicegah, termasuk adanya serangan dari negeri-negeri lain yang lebih aman bila langsung ditangkal dari laut.

Selain itu, ada pula yang menggunakan kapal-kapalnya untuk merompak atau menjarah negeri-negeri lain melalui perairan. 

Bangsa Viking Dari Skandinavia
Bangsa Viking dari Skandinavia, banyak menjelajah lautan ke kawasan lain dengan kapal-kapal yang dikenal sebagai "Viking Longship" yang dirancang khusus. 

Pada masa penjelajahan, kapal-kapal dagang dirancang khusus menjadi kapal perang layarsehingga dapat pula mengangkut persenjataan seperti meriam, baik untuk sarana membela diri dari serangan bajak laut, ataupun bahkan untuk menguasai kawasan yang diinginkannya.

Spanyol dan Portugal
Banyak bangsa barat seperti Spanyol dan Portugal menggunakan kapal perang layar jenis galleon yang digunakan untuk menjelajah samudera, mengangkut hasil dagangan atau bahkan jarahan sekaligus digunakan untuk berperang baik terhadap armada dagang saingannya, bajak laut, atau bahkan penguasa lokal yang tidak tunduk pada keinginannya. 

Pada abad-abad yang diawali dengan penjelajahan inilah yang kemudian berlanjut menjadi abad penjajahan terhadap bangsa lain dan mendirikan koloni-koloni baru.

Kapal Perang Pada Masa Sekarang
Pada masa sekarang ini, khususnya negara-negara yang memiliki kawasan perairan, kebutuhan membangun Angkatan Laut dan kapal-kapal perang adalah penting. 

Yang kemudian disesuaikan dengan kemampuan dan kesanggupan masing-masing negara. 

Sebagaimana Angkatan Udara, pembangunan Angkatan Laut bergantung pada perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi khususnya di dunia perairan. 

Selain itu, membangun angkatan laut membutuhkan biaya dan sumber daya yang besar. 

Tidak hanya untuk membangun jumlah armada yang dibutuhkan, melainkan juga untuk menjaga agar armada yang ada dapat beroperasi dengan baik.

Umumnya, kemampuan negara-negara dalam menjaga kelangsungan operasi Angkatan Lautnya juga bergantung pada kemampuan perekonomian suatu negara. 

Namun juga dapat berarti bahwa mengoperasikan angkatan laut yang kuat juga dapat dianggap atau dipandang sebagai investasi untuk menjaga perekonomiannya. 

Untuk itu, kelangsungan kehidupan Angkatan Laut termasuk pula Angkatan Udara juga bergantung bagaimana kebijakan politik dan ekonomi termasuk pandangan suatu negara terhadap perkembangan politik kawasan yang pada saat ini dikenal sebagai geopolitik. 

Hal yang berbeda dengan Angkatan Darat di manapersonel yang dipersenjatai, Angkatan Laut dan Angkatan Udara menganut filosofi "senjata yang diawaki". 

Manajemen dalam Angkatan Laut dan Angkatan Udara berbeda dengan Angkatan Darat.

Sebagai gambaran, besarnya biaya untuk menjaga agar armada Angkatan Laut tetap beroperasi, dapat diberikan gambaran sebagai berikut. 

Untuk melayarkan sebuah kapal jenis fregat kelas Van Speijk, membutuhkan 560 ton avtur yang harus disiapkan untuk satu minggu. 

Jumlah ini baru memadai, kalau kecepatan ekonomis sebesar 15 knot dipertahankan, karena dengan kecepatan penuh 30 knot menghabiskan 4 ton bahan bakar perjamnya.

Sumber-sumber lain menyebutkan bahwa biaya untuk satu bulan kapal perang kelas Van Speijk ini beroperasi sama dengan biaya operasional satu batalyon pasukan darat selama setengah tahun. 

Dengan penemuan dan perkembangan teknologi dirgantara seperti adanya helikopter dan pesawat tempur yang dirancang khusus untuk kegiatan operasi Angkatan Laut, maka jarak jangkau sekaligus manajemen operasi armada dapat dioptimalkan.

Karena pesawat terbang dan helikopter dapat memperluas jangkauan pengawasan dan penangkal dengan kemampuan radar dan persenjataan yang dimiliki.

Perkembangan teknologi juga memungkinkan setiap angkatan bersenjata termasuk angkatan laut setiap negara dapat mengoperasikan armadanya sesuai dengan kebutuhan namun dengan daya pukul yang tidak kalah dengan negara yang memiliki angkatan laut besar. 

Angkatan laut di banyak negara, mengoperasikan kapal-kapal patroli yang dilengkapi dengan rudal dan torpedo dan kapal perang bertipe korvet yang dianggap cukup untuk menjaga wilayah perairannya.

Sejarah Kapal Perang
Sejarah mencatat, kapal-kapal kecil dan pesawat terbang yang dilengkapi dengan rudal antikapal khusus mampu menghancurkan armada angkatan laut lawan. 

Dalam Perang Dunia II, kapal perang kelas kapal tempur seperti Bismarck, Yamato, HMS Price of Wales dan HMS Repulse ditenggelamkan dengan serangan torpedo dan bom yang diluncurkan dari pesawat udara. 

Kapal-kapal berukuran besar milik armada kekaisaran Jepang banyak dihancurkan atau dirusak oleh torpedo yang diluncurkan oleh perahu motor torpedo milik Angkatan Laut Amerika Serikat dalam pertempuran di Selat Surigao, Filipina. 

Dalam perang enam hari, kapal perusak Israel, Elliat dihancurkan oleh rudal Anti-Kapal SS-N2 Stykyang diluncurkan oleh kapal patroli cepat kelas Komar milik Mesir. 

Serta kapal perang Inggris, HMS Shiffield yang dihancurkan oleh rudal exocet milik Argentina dalam perang Malvinas.

Kapal Perang China Sanggar di Dermaga Jamrud, Tanjung Perak Surabaya
Kapal Perang China bernama Hai Yang 26 berlabuh di Dermaga Jamrud Utara, Tanjung Perak Surabaya, Kamis (9/5/2019).

Kedatangan kapal perang China ini dalam rangka Technical Port Calling. Kapal perang China ini akan berada di Surabaya hingga Minggu (12/5/2019).

Dikutip dari situs tni.mil.id, Kamis (9/5/2019), dilaporkan bahwa Pasukan Yonmarhanlan V Surabaya dibawah pimpinan Letda Marinir Suroso turut memberikan pengamanan atas kedatangan kapal perang China ini.

Kapal perang HAI YANG 26 merupakan kapal Ocean Survey Ship di awaki oleh 159 ABK, dan dikomandani oleh Commander Liu Haishuang.

Kapal ini memiliki panjang 129m, lebar 17m, draft 36m, tonnase 4900 dan mempuyai persenjataan 2 meriam dengan kaliber 12mm, kapal jenis survey ini dibuat di galangan kapal China.

Usai upacara penyambutan oleh Asop Danlantamal V dan penggalungan bunga kepada Komandan Kapal Ocean Survey Ship Commander Liu Haishuang.

Kedatangan Hai Yang 26 disambut dengan tarian selamat datang "Tari Ngremo" yang dibawakan oleh sanggar seni Unesa.

Danyonmarhanlan V Surabaya Letkol Marinir Endrawan di tempat terpisah menyampaikan bahwa prajuritnya akan memperkuat pengamanan selama kapal perang China sandar di dermaga Jamrud Utara pelabuhan Tanjung Perak Surabaya.
(nth)
Artikel ini:
Kapal Perang China Bersandar di Tanjung Perak Surabaya
Dikutib dari
Yang terbit pada:
Sabtu, 11 Mei 2019 - 17:11 WIB

Thursday, May 9, 2019

Hasil rekapitulasi suara di Kota Surabaya (Pemilu 2019)

May 09, 2019 0
Hasil rekapitulasi suara di Kota Surabaya, dari jumlah Daftar Pemilih Tetap (DPT) yang mencapai 2.222.183 orang, yang menggunakan hak pilihnya di 31 kecamatan hanya 1.618.585 orang, yang berarti hanya 72,83% pemilih tetap yang menggunakan hak suara dan itu berarti 603.598 suara atau 27,17% memilih Golput
Perolehan Suara Capres Dan Cawapres
Dari jumlah tersebut Capres dan Cawapres Paslon 01 lebih unggul dari Paslon 02 dengan perolehan suara, sebagai berikut:
  • Paslon 01 Jokowi-Ma'ruf unggul dengan perolehan 1.124.966 suara, dan
  • Paslon 02, Prabowo-Sandiaga mendapat 478.439 suara.
Perolehan Suara Caleg DPRD Kota Surabaya 
Suara Pileg, dari lima Daerah Pemilihan (Dapil) yang ada di Kota Pahlawan.

PDI-P
Partai Demokrasi Indonesia-Perjuangan
PDIP masih mendominasi dengan meloloskan 14 Calegnya, yaitu:

Dapil 1
  1. Budi Leksono, 
  2. Tri Didik Adiono, dan 
  3. Norma Yunita.
Dapil 2
  1. Baktiono dan 
  2. Hj Khusnul Khotimah. 
Dapi 3
  1. Dominikus Adi Sutarwijono, 
  2. Anas Karno, dan 
  3. Abdul Ghoni Mukhlas Niam.
Dapil 4
  1. Sukadar, 
  2. Riswanto, dan 
  3. Dyah Katarina.
Dapil 5
  1. Syaifuddin Zuhri, 
  2. Siti Mariyam, dan 
  3. John Thamrun.
PKB
Partai Kebangkitan Bangsa
PKB, masing-masing Dapil meloloskan satu Calegnya, yaitu:
  1. Mahfudz, 
  2. Camelia Habiba, 
  3. Hj Laila Mufidah, 
  4. Badru Tamam, dan 
  5. Minun atif.
Gerindra
Pun begitu dengan Gerindra, masing-masing Dapil juga meloloskan satu orang, yaitu:
  1. Ajeng Wira Wati, 
  2. Hj Luthfiyah, 
  3. A Hermas Thony, 
  4. Bahtiyar Rifai, dan 
  5. Endy Suhadi.
Golkar
Golongan Karya
Golkar juga meloloskan lima Calegnya di masing-masing Dapil, yaitu:
  1. Hj Pertiwi Ayu Krishna, 
  2. Lembah Setyowati Bakhtiar, 
  3. Arif Fathoni, 
  4. Aan Ainur Rofik, dan 
  5. Akmarawita Kadir.
PKS
Partai Keadilan Sosial
Termasuk juga PKS, masing-masing Dapil meloloskan:
  1. Fatkur Rohman, 
  2. Akhmad Suyanto, 
  3. Aning Rahmawati, 
  4. Reni Astuti, dan 
  5. Ibnu Shobir.
NasDem
Nasional Demokrat
Sementara NasDem hanya mampu meloloskan tiga Calegnya, yaitu:
  1. Imam Syafi'i di Dapil 1, 
  2. Saiful Bahri (Dapil 2), dan 
  3. Hari Santosa (Dapil 5). 
Partai Demokrat
Partai Demokrat empat Caleg, yaitu:
  1. Elok Cahyani (Dapil 2), 
  2. Herlina Harsono Njoto (Dapil 3), 
  3. Ratih Retnowati (Dapil 4), dan 
  4. Mochamad Machmud (Dapil 5).
PAN
Partai Amanah Nasional
PAN tiga orang, yaitu:
  1. Hamka Mudjiadi Salam (Dapi 1), 
  2. Juliana Eva Wati (Dapil 2), dan 
  3. Ghofar Ismail (Dapil 4). 
PPP
PPP hanya satu orang di Dapil 2, yaitu:
  1. Buchori, dan
  2. Imron.
PSI
Sementara partai pendatang baru, PSI meloloskan empat orang yaitu:
  1. Alfian Limardi (Dapil 1), 
  2. William Wirakusuma (Dapil 3), 
  3. Tjutjuk Supariono/ Khendy Ferary (Dapil 4), dan 
  4. Josiah Michael (Dapil 5).

Perolehan Suara Caleg DPRD Provinsi Jawa Timur 
Sementara Caleg DPRD Provinsi Jawa Timur yang lolos di Dapil 1 Surabaya adalah:
  1. Armudji (PDIP), 
  2. Samsul Arifin (PKB), 
  3. Agatha Retnosari (PDIP), 
  4. Hadi Dediyansah (Gerindra), 
  5. Arif Hari Setiawan (PKS), 
  6. Hartoyo (Demokrat), 
  7. Blegur Prijanggono (Golkar), 
  8. Hj Agustin Poliana (PDIP).
Perolehan 4 Besar DPD RI
Untuk DPD RI, menduduki posisi empat besar di Surabaya adalah:
  1. La Nyalla M Mattalitti (195.305 suara), 
  2. Evi Zainal (148.578 suara), 
  3. Enrico Rizky Tambunan (125.591 suara), dan 
  4. Adilla Aziz (96.175 suara).
CATATAN PEMILU 2019
Sudah seharusnya kita mempercayakan semua proses rekapitulasi kepada KPU mulai dari tingkat PPK sampai provinsi.

Dan berharap KPU tetap bekerja secara optimal, bersih, jujur dan adil dengan tetap obyektif. Supaya wakil rakyat yang terpilih adalah benar benar yang amanah dan pilihan rakyat.

Sumber: Merdeka.com
☆☆☆☆☆